Jumat, 17 Mei 2013

Jakarta - Sebanyak 20 siswa dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berkolaborasi menciptakan aplikasi Bahasa Jerman untuk perangkat Android.
Para siswa yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia tersebut berkumpul melalui kegiatan Mobile Apps Goethe-Institut SEAMOLEC Camp (MAGIS Camp).
Sebanyak 10 orang siswa merupakan pemenang Olimpiade Bahasa Jerman 2013 dan sekolah mitra Goethe Institut, sementara 10 orang lagi adalah pemenang SEAMOLEC Game Competetion.

"Kegiatan akan dilakukan selama 6 hari. Mereka nantinya dipasangkan untuk membuat aplikasi. Nantinya akan ada 10 aplikasi android yang diunggah dan bisa diunduh secara gratis oleh masyarakat untuk belajar Bahasa Jerman untuk level paling dasar," kata Direktur SEAMOLEC Gatot Hari Priowirjanto di Jakarta, Sabtu (18/05/2013).
Gatot berharap, selain sebagai upaya mengakomodasi kemampuan dan minat generasi muda dalam bidang programming yang semakin tinggi, hasilnya nanti bisa dipakai oleh masyarakat untuk belajar Bahasa Jerman.

Selain itu, dari 10 aplikasi yang dibuat, akan dipilih satu aplikasi terbaik yang nantinya akan berkesempatan untuk dipresentasikan pada seminar internasional di Krabi, Thailand, September mendatang.
Anang Tjahjono, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Dirjen Pendidikan Menengah Kemdikbud mengatakan, kegiatan seperti ini dinilai sangat penting sebagai salah satu upaya untuk mengakomodasi kemampuan yang dimiliki oleh para siswa.

"Kegiatan ini harus semakin sering dilakukan, terutama bagi pelajar SMK. Mereka tidak hanya membuat aplikasi, tetapi juga belajar mengkomunikasikan apa yang mereka ciptakan," kata Anang.
Salah satu peserta asal SMKN 1 Surabaya, Noval Eka Erdianta mengungkapkan, kegiatan ini memberikan kesempatan baginya untuk mengembangkan diri di bidang aplikasi perangkat bergerak.
"Sejak masuk SMK saya sudah tertarik dengan programming dan hingga saat ini sudah menciptakan 15 aplikasi baik untuk pendidikan, sosial dan game," kata Noval.

0 comments:

Posting Komentar